How the Positive Feeling, Negative and Positive Self-Talk, Emotion, and Memory related each other.

Bismillah.

Ini adalah tulisan alih bahasa yang diambil dari buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu. Tulisan ini adalah foreword (kata pengantar) dalam buku tersebut yang ditulis oleh Sandy MacGregor yang ditulis berbahasa Inggris. Jadi saya mempunyai inisiatif untuk mengalih-bahasakan tulisan tersebut agar dapat bermanfaat pada ruang lingkup yang lebih luas.

Kata Pengantar
Oleh Sandy MacGregor

Sebuah kebahagiaan bagi saya menulis ini untuk seorang teman, Nunu Sentanu, bahwa sebenarnya memang saya akui dan pahami positive feeling itu sangatlah penting dalam kehidupan. Jika kita bicara negatif pada diri kita (negative self-talk) maka juga akan negatif juga jalannya hidup ini. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa kita bicara dengan diri sendiri (self-talk) sebanyak 65.000 kali dalam sehari. Kita punya pilihan untuk bicara dengan diri sendiri secara positif atau dengan cara negative. Bahkan kita juga tahu jika kita bicara dengan diri sendiri secara negative, itu hanya akan membuat kita lemah dan makin tak berdaya, dan kelemahan dan ketidakberdayaan itu akan mengarahkan kita pada depresi. Kuncinya tergantung pada kesanggupan kita dalam mendengarkan self-talk itu, dengan kata lain, adalah kesadaran setiap kali kita melakukan self-talk. Ingatkan diri kita untuk segera merubah cara bicara dengan diri sendiri secara positif setiap kali kita sadar kita sedang bicara negative pada diri sendiri.
Masih ada beberapa hal ilmiah yang ingin saya jelaskan. Apakah Anda tahu bahwa air mata kesedihan dan air mata bahagia terdiri dari susunan kimia yang berbeda? Bukti ilmiah ini menjadi sangat penting ketika dikaitkan dengan study yang dilakukan oleh Rappaport pada tahun 1971… “Bahwa emosi adalah bahasa dari pikiran prasadar”. Biar saya jelaskan! Jika kita memikirkan trauma yang pernah terjadi dalam hidup ini maka kita akan dengan mudah mengingatnya. Jika kita memikirkan hal yang menyenangkan dalam hidup ini maka juga mudah mengingatnya. Kenapa? Karena emosi terlibat dalam menyimpan hal-hal tersebut kedalam memori kita dan emosi adalah bahasa dari alam prasadar (dimana memori disimpan). Kita akan mudah mengingat hal baik dan buruk yang pernah terjadi dalam hidup kita.
Saya akan mengajarkan suatu teknik yang disebut Emotional Anchor yang digunakan dalam memberikan kesan tak terlupakan pada alam prasadar dalam mencapai tujuan apapun yang kita inginkan. Anchor (jangkar) ini hanya berguna dalam mengikat emosi positif. Kenapa? Karena emosi negative hanya akan membuat kita merasa buruk.
Emosi negative tentu saja harus kita atasi, sedangkan positive feeling adalah hal yang harus kita gunakan terus-menerus untuk meningkatkan self-esteem dan memori kita. Tentu yang harus diingat adalah emosi tidak hanya berkaitan dengan memori saja, emosi hanya tempat yang paling dasar dimana memori terletak, dan positif feeling adalah hal yang sama dengan emosi yang bagus.
Buku Quantum Ikhlas ini, sangatlah sangat tepat dan penting dalam membawa semua alasan mengapa positif feeling sangat penting dalam kesuksesan dan kebahagiaan kita.

Sandy MacGregor
Penulis bestseller nasional #1 “Piece Of Mind” dan “Student Step To Succes”, Australia.


 Untuk mengetahui buku Quantum Ikhlas dan apa itu Quantum Ikhlas, bisa Anda klik link ini: Quantum Ikhlas

Pada tulisan berikutnya Insha Allah penulis juga akan menjelaskan apa itu teknologi Quantum Ikhlas. Doakan!

Komentar