Karir Perlu Anda Konsultasikan Pada yang Ahli
Persaingan dunia kerja saat ini semakin ketat.
Naiknya jumlah angkatan kerja tidak diiringi oleh semakin banyaknya lapangan
kerja yang tersedia. Oleh karena itu, pengangguran menjadi ancaman yang nyata.
Lihat saja buktinya, Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa jumlah angkatan
kerja pada Februari 2017 adalah sebanyak 131,55 juta orang, naik sebanyak 6,11
juta orang dibanding Agustus 2016 dan naik 3,88 juta orang dibanding Februari
2016. Sedangkan dari 131,55 juta orang angkatan kerja tersebut, hanya 124,54
juta orang yang bekerja, dan sebanyak 7,01 juta orang adalah pengangguran
terbuka (Lihat situs resmi BPS).
Menurut
Reynolds, Masters dan Moser dalam bukunya yang berjudul "Labor economics
and labor relations" , terjadinya pengangguran tidak hanya disebabkan oleh
sedikitnya lapangan kerja yang tersedia, akan tetapi juga disebabkan karena
rendahnya tingkat keahlian SDM, perubahan struktur ekonomi (dari era pertanian
bertransformasi menjadi era industri, sehingga terjadi missmatch antara
lowongan kerja yang tersedia dengan kualifikasi angkatan kerja), ataupun
pengangguran friksional (adanya ketidaklancaran/hambatan arus informasi
lowongan kerja dengan pencari kerja). Selain itu, pengangguran juga bisa
disebabkan karena kurang matangnya individu dalam merencanakan arah karirnya
selama masa sekolah atau kampus, sehingga menimbulkan kebimbangan dalam
pemilihan berkarir. Hal ini diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan oleh
Sang dan Ji (2007) di Korea Selatan, bahwa ditemukan asosiasi antara
kebimbangan karir yang dialami pelajar dengan tingkat pengangguran.
Menyoroti
penyebab banyaknya pengangguran saat ini, dimana adalah bukan semata karena
kurangnya ketersediaan lapangan kerja. Akan tetapi juga berasal dari
ketidaksiapan dari diri pencari kerja itu sendiri. Ketidaksiapan dari para
pencari kerja contohnya adalah karena rendahnya kualitas SDM, tidak percaya
diri, atau tidak mantap dalam berkarir sebagai lulusan jurusan tersebut - dan
poin ini lah yang menarik bagi saya.
Ketidaksiapan
dalam perencanaan karir dan tidak mantap dalam memilih satu karir yang ingin
ditempuh adalah sebuah racun yang siap menggeroti hidup Anda kedepan. Karena
menurut banyak ahli yang konsen terhadap permasalahan karir menyebutkan bahwa
akan banyak dampak negatif dari "memelihara" kebimbangan dalam
berkarir.
Penelitian juga menyebutkan bahwa kebimbangan dalam memilih karir adalah
sesuatu yang mengganggu banyak pikiran pelajar dan mahasiswa saat ini. Nanti
akan berkarir seperti apa? Bekerja dimana? Apakah ada prospek kerja peminatan
atau penjurusannya nanti setelah tamat sekolah/kuliah?
Pertanyaan-pertanyaan
itu semua bisa diatasi apabila pelajar atau mahasiswa melakukan perencanaan
karir dengan baik, sehingga bisa memutuskan dengan tepat karir mana yang akan
ia pilih. Akan tetapi sebaliknya, kegagalan dalam merencanakan karir dengan
baik, akan menggiringnya kepada kebimbangan karir.
Saat anda
digerogoti oleh ketidakmampuan dalam membuat keputusan dalam memilih sebuah
bidang karir yang ingin Anda dalami, maka saat itulah Anda berada dalam fase
kebimbangan karir. Saat anda berada pada fase ini, Anda menemui gejala-gejala
seperti kebingungan dalam memilih jurusan, membuat pilihan karir, memulai
karir, berleha-leha dalam memutuskan ingin kerja apa, sehingga Anda akhirnya
memutuskan untuk menganggur dulu.
Kebimbangan
karir akan menganggu perencanaan karir (career planning) Anda dan mencegah Anda
membuat keputusan karir yang baik di masa depan. Kebimbangan karir akan membuat
individu mengalami kesulitan dalam memilih pekerjaan dan menyebabkan individu
tersebut membuat keputusan yang tidak tepat dalam karirnya dan berdampak pada
rendahnya kualitas hidup jangka pendek dan jangka panjang seseorang karena
tidak memberikan kepuasan bagi dirinya. Kesulitan dalam memutuskan arah karir
akan berkontribusi terhadap terjadinya drop-out dari sekolah dan malas-malasan
di sekolah, sehingga Anda tidak diterima di perguruan tinggi, sehingga akhirnya
membuat Anda menjadi berkualifikasi dan skill rendah.
Salahsatu
usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebimbangan karir yang sedang
dihadapi oleh seseorang adalah dengan melakukan konsultasi dengan konselor
karir. Anda bisa meminta konsultasi untuk diterangkan apa saja kelebihan dan
kekurangan diri Anda, dan minta kejelasan mengenai kelebihan dan kekurangan
suatu karir. Bagaimana prospek sebuah karir ke depannya. Sehingga bisa
menghilangkan kecemasan dalam menentukan karir.
Jadi jangan
takut datang ke konselor.
Anda rela menghamburkan banyak uang untuk
mengobati fisik anda tapi tidak rela sedikit saja berusaha untuk menghilangkan
rasa cemas dalam menentukan karir Anda.
Build your
career with passion.
-MIT-03/08/17
Komentar
Posting Komentar